Islam Tidak Mungkin Hilang dari Dunia, Namun tidak Menutup Kemungkian Islam Bisa Hilang Dari Indonesia?

Oleh Fiqri Rabuna

Diantar banyaknya umat Islam banyak yang tidak mengerjakan rukun islam. Mereka yang mengerjakan rukun Islam tidak berasaskan Iman. Padahal iman sebagai landasan sorang muslim dalam berislam secara damai. Mereka  yang meyakini rukun iman tidak di buktikan dengan amalan sholih. Padahl, syariat sebagai penyuci jiwa dan penguat keimanan. 

Iman tanpa amal tidak sempurna, begitu juga amal tanpa iman tidak bernilai apa-apa di hadapan sang Ilahi. Tradisi berislam hanya sekedar ritual, tanpa berasaskan  iman tidak akan membuat kita menjadi muslim yang berislam secara tenang dan damai. Mengerjakan Islam hanya sekedar menggugurkan kewajiban semata tanpa melibatkan hati akan terasa berat. Sehingga orang ini tergolong kepada muslim yang fasik. 

Membaca karya-karya Nursi seperti khutbah Syamiah, yang berupa catatan khutbah Siad Nursi, Isyaratul I’jaz, dan magnum opusnya Risalah Nur akan didapati pendekatan yang sangat lembut di satu sisi dengan menghadirkan perumpamaan-perumpamaan  sekalipun mengurai persoalan akidah, dan sangat sufistik disisi lainnya. 

Aqidah sebagai azas dalam membendung arus liberalisme yang dimana bertujuan sebagai sebagai benteng  yang kokoh agar muslim selamat dri jurang kehancuran. Liberalisasi ilmu agama terus di lakukan sebagai upaya westernisasi (hidup mengikuti gaya barat)  berdalih mengunakan nilai-nilai keislaman, nyatanya ingin memisahkan Islam dan kehidupan. Misi westernisasi ini adalah agar umat musilm meninggalkan nilai-nilai ajaran yang di syariatkan, bukan hanya semata-mata untuk membuat muslim keluar dri indentitas keislamanya. Artinya tetap sebagai seorang muslim namun berislam tidak sesuai dengan prinsip sayriat. 

Tentu ini akan menjelma menjadi cara pandang muslim itu sendiri berislam secara barat . Dari sinilah muara cikal bakal terjadinya perpecahan antar umat muslim. Jika tidak segera di benahi maka akan terjadi keretakan di internal umat islam bahkan berpotensi akan hilang dri negara yang beridiologi Pancasila ini. 

Seperti halnya Islam yang pernah berjaya di Andalusuia Sepanyol selama ribuan tahun yang saat ini hanya tinggal sejarhnya saja. Tentu kita sebagai penerus estafet kepemimpinan cendikiawan muslim terdahulu yang meletakkan pilar-pilar kaimanan tidak mengunginkan hal tersebut, namun kebanyak dari umat muslim sendiri bersikap bodoh amat terhadap agamnya.  Isu-isu yang nyatanya menciderai Islam atau penistaan terhadap islam terkadang  tidak peduli. Muslim yang paham terhadap islam tatapi tidak peduli terhadap islam. 

Dalam penjelasannya padan Forum Saturday INSIST , Hasbi Sen mengutip pendapat Nursi, seorang muslim kepada muslim lainnya, mestinya kental akan unsur pengorabanannya daripada sebaliknya. Tidak sempurna iman seorang apabila tidak mencintai saudaranya seperti ia mencii saudaeanya sendiri. 

Di sini ukhuwwah Islamiyah dibangun lewat loyalitas aqidah atau keimanan yang sama yang dalam bahasa al-Khahtani disebut “al-wala’ fil Islam”. Nursi menambahkan, spectrum ukhuwwah Islamiyah yang berasaskan  pada iman, akan merekatkan jurang pemisah yang seringkali dibangun hanya atas narasi perbedaan masalah khilafiyah semata.

Seringkali kita umat islam berdepat mengenai persoalan khilafiayanyah secara berlebihan mengutamakan argumentasi masing-masing, menganggap bahwa kebenaran bersifat mutlak, tanpa mentoleransi pandangan yang lain. Padahal apa yang kita jadikan sebagai panduan belum tentu benar, dan yang kita anggap salah bisa jadi itu yang benar. Rasionalisasinya dalam perkara khilafiah adalah, selama ada dalil sah-sah sja dalam melaksanakan. ketika amalan-amalan  yang di lakukan memiliki landasan itu artinya amalan tersebut dapat di benarkan. 

Dalam forum tersebut sya menyimpulkan, bagi Said Nursi, penting untuk umat ini, pada setiap individunya menyoroti dan memusuhi dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum menunjuk-nunjuk kesalahan orang lain khususnya pada perkara yang sejatinya hanya khilafiyah saja. Dari itu persaudaraan seiman menjadi mungkin untuk dicapai. Sebab ukuran utama dari kecintaan itu ada pada Allah. Kecintaan pada Allah akan menumbuhkan prioritas dalam memandang persaudaran: yaitu seiman. Di sini “asyidd’u ‘ala kuffar, ruhama’ bainahum menemukan relevansinya. 

Oleh sebab itu, Hasbi Sen dalam simpulannya; menghimbau untuk tidak bersikap partisan. Bahwa ukhuwwah Islamiyah hanya akan dapat diraih dengan menekan ego masing-masing untuk menaruh loyalitas kepada Islam, keimanan dan seputar dari itu, pada tempat tertinggi dalam hirarki kepatuhan dan kesetiaan. Ukhuwah Islamiyah sendiri pada dasarnya disatukan oleh semangat dan akidah yang sama; silatul iman, persaudaraan atas Iman.

Ini penting untuk disadari, sebab tanpa ilmu, keimanan akan rapuh dan mudah diterjang oleh pelbagai macam syubhat. Maka ukhuwah Islamiyah idealnya diisi oleh semangat Iman dan dibungkus oleh Ilmu. Di sini makna “imannya berlandaskan pada ilmu, dan ilmunya menguatkan imannya” perlu dipahami dan diamalkan. Karna amalan yang tertinggi dri ilmu dan amal shaleh adalah berislam dari ritual hingga intlektual. Maka dari itu akan terciptnya mukin yang berislam secara benar. Secara otomatis jiwa ukhuwah Islamiah akan kokoh antara muslim yang satu dengan muslim yang lainya.

Oleh karena itu, perlu sekiranya muslim yang satu dengan muslim yang lain bijak dalam menyikapi adanya perbedaan. Perbedaan itu indah, akan terasa indah apabila perbedaan itu kita jadikan sebagai satu kesatuan yang menghadirkan nilai-nilai ukhuwah islmiah terhadap perbedaan. Beda bukan berarti tidak sama justru adanya perbedaan memberikan khazah pengetahuan bahwa islam kaya akan nilai-nilai keislaman. Karna tujuan kita sama-sama mengharap ridha Ilhi, dengan cara-cara yang berbeda, beda artinya seauai dengan tuntunan Syariat.  

Majadi umat muslim sja tidak cukup yang hanya sekedar mengerkajakn rukun Islam, harus ada tekad kuat untuk naik ke tingkat mukmin yang berarti  berislam sekaligus meyakini rukun islam yang lima jarus di buktikan dengan enam rukun iman diyakini dengan sepenuh hati nurani dan tentu harus di buktikan dengan  amal sholih. Sehingga  akan terbentuk pada tingkatan muhsin yang berarti kita beribadah seakan-akan melihat Allah , apabila kita tidak melihat Allah sesungguhnya allah melihat kita. Dari tingatan terebut masih  ada tingkatan yang lbih tinggi yakni Berislam dari ritual hingga intlektual. 

Ayah dan Buku Biru

Oleh: Fiqri Rabuna

Buku BARZANJI Biru Ayah yang Amat Sangat Berarti bagi Saya. Buku yang Mengingatkan kepada Saya Tentang Pentignya Semangat Membaca. 

Sejak kecil tepatnya ketika duduk di bangku SMP sya memiliki kebiasaan mengaji  kita BARZANJI dengan Bapak yang rutin kami lakukan selepas Shalat Isya di dalam rumah sederhana kmi yang ditemani secangkir teh buatan ibu dan kue dri bahan terigu yang rasanya super lezat se jagat raya. Ayah saya Pecandu Teh karna yang terbaik ada di pucukknya hehe yang terbalik dengan kedua putranya sya dan kk Ono Taruna Samawa  pecandu kopi dan kami pun tambah semangat mengajinya meskipun saya sedikit terpaksa di ajar Bapak hehe.

Buku biru BARZANJI ayah yang Amat sangat berarti bagi sya. Buku yang mengingatkan kepada saya akan pentignya dalam membaca. 

Barzanji adalah kitab sastra yang berisi sejarah Nabi dimulai dari kelahiran sampai wafatnya. Barzanji ditulis oleh Jafar ibn Hasan ibn Muhammad al-Barzanji yang berasal dari Kurdi. 

Kebiasan kami di kampung ketika akan dilaksanakanya kegiatan-kegiatan adat harus disertai dan di awali pembcaan kitab barzanji, contohnya ketika maulid, sunatan, dan kegiatan-kegiatan agama lainya. Lantunan syair-syair kitab barzanji  dengan dipimpin langsung oleh qori(pembaca) lalu di ikuti oleh seluruh jama’ah.

Ayah saya salah satu orang yang cukup mahir dalam membca dan melantunkan syair-syair kitab barzanji selain guru saya Hasan Teba . Sya mengatanan bahwa Suara beliau (bapak) sangat merdu membuat para pendengar menikmati lantunan syair Barzanji . Suara beliau cukup lantang dan sejuk melangunkan syair dari hati dan sampai pula ke hati pendengar  jadi tidak heran para anak-anaknya mewarisi kehasan suara beliau terutama kknda Aminah Ido

Di sela-sela kami berdua mengaji sesekali beliau mengatakan atau peneguhan kepada sya. Nak,, buku ini sangat bagus dibaca dan dikaji maknanya sya hanya bisa membaca dan sebagian kecil saja mengetahui makna kandungan kitab ini karna keterbatasan ilmu… Yang penting baca saja dulu tugasmu nanti harus belajar rajin supaya bisa paham dengan menguasai Bahasa Arab.

Kemudian bapak menegaskan kembali bahwa buku ini sangat penting namun ada yang lebih Penting dari ini yaitu mengaji Al-Qur’an. Kita tidak bisa memahami isi kandungan Al-Qur’an tanpa ada disiplin ilmu-ilmu yang lainya salah satunya ilmu sejarah nabi yang terdapat dalam kitab Barzanji Biru ini.

Pesan dan nasihat: Cobalah dan perhatikan niscaya kamu akan menjadi tahu. Teruslah membaca karna kita sebagai orang yang berakal dan beriman disamping itu pesan dan kewajiban membaca merupakan perintah syariat Islam seperti wahyu pertama yang di turunkan oleh Allah swt Dalam surah Al-Alaq. 

Kami ikuti nasihatmu, dan kami percaya akan kebenaran wejanganmu Pak Alfatiha  .🤲

Jogja, 18 Nobember 2022

SYARIAT AKADEMIK

Oleh: Fiqri Rabuna

Kerja intlektual adalah kerja seumur hidup itupun tidak akan pernah tuntas dan memuaskan

Kami lantas singgah sejenak di salahsatu rumah makan di Yogyakarta sejenak mengisi perut, sebelum meleset melanjutlan perjalanan menuju atap negri MERAPI 

Tidak sengaja jumpa dengan salah satu Dosen ngeri and nice PAI Jas Merah Kampus Putih UMM Ust. Muhammad Yusuf Terakhir kali diajari beliau saat menjadi mahasiswa semester 3 sebagai pengajar Matkul Fiqih. Namun diluar kelas kami sesekali melakukan diskusi ringan terkait problematika seputar kampus dan lain”. 

Perjumpaan kali ini kami mendiskusikan terkait rekonstruksi pemikiran cak Nur dalam buku khazanah intlektual Islam.  buku yanng sangat fenomenal dan sangat rekomendasi bagi seorang akademisi yang ingin menyelam khazanah pengetahuan peradaban Islam klasik. Dari diskusi ini sya mendapat penegasan,peneguhan dan pencerahan berkemajuan dari beliau.

Mahasiswa harus sering ngopi sembari diskusi bareng dosen biar melimpah ilmunya ucap beliau. Dan yang tidak kalah  penting adalah seorang akademisi harus tekun membaca dan menulis. 

Menulis salah satu cara untuk mengikat ilmu pengetahuan. Bacalah lalu Ikatlah ilmu dengan menulis. Menulis tanpa membaca sama halnya seperti olahraga tanpa  makan maka yang terjadi kekurangan gizi dan stamina. Begitu juga kualitas tulisan harus membutuhkan stamina yang kokoh yaitu dengan membaca.

Salam literasi melaporkan dari Daerah Istimewa Yogyakarta

Kawan Cendikiawan Merah

Oleh: Fiqri Rabuna untuk Immawan Fadhil

Dalam pelajaran fisika, kupelajari gerak jatuh bebas kecepatan awal saat aku jatuh untuk menggapaimu, memang 0 tetapi, setelah selang beberapa waktu, kualami percepatan yang dasyat menggapaimu

Saat sampai ditanah, itulah saat dimana kita akan memantul memulai suatu kisah kehidupan yang baru.

Begitulah kira-kira sya menarasikan kepribadian sang pakar fisikawan muda kanda fadil yang pernah mendampingin saya dalam agenda FORUM CENDIKIAWAN MERAH IMM yang bertemakan Agama, manusia, dan sains disamping itu  merupakan penulis produktif y, salah satu karya buku fenomenalnya adalah “ARENA SOCIO-TECH”

Buku yang mencerahkan mengenai pentingnya melek perkembangan teknologi sampai seterusnya agar lebih bijak menggunakan teknologi yang hadir sampai hari ini terkhusus ikuti perkembangan di buku ini yang tentu mencerahkan kita semua.. 

Yogyakarta, 18 November 2022

Bagi yang berminat silahkan pesan langsung bukunya ke blog penulis @fadhil fathurachman

Falsafah Cinta

Oleh: Fiqri Rabuna

Dasar cinta adalah penghargaan, penghormatan, kekaguman terhadap nilai-nilai tertentu yang dimiliki oleh orang yang dicintainya

Manusia bertahan hidup karena cinta, dan begitu sebaliknya manusia bisa mati karna cinta. Cinta itu hakikatnya memberi kehidupan, kefakiran cinta menyeret manusia ke jurang kehancuran. Lalu apakah cinta itu? Hampir seluruh novel yang pernah ditulis tidak jarang menyentuh tentang pencintaan, dan umumnya cinta asmara. Dan persoalan cinta asmara menarik dibaca oleh sumua kalangan. Ada keindahan di balik kisah roman semacam itu. Ada kegairahan, daya pesona, daya hidup, ada magnet yang kita semua sulit merumuskanya.

Cinta itu begitu penting dalam kehidupan manusia. Namun perhatian manusia untuk memaknai cinta itu secara penuh sungguh-sungguh ke intinya, sangat jarang dilakukan. Sebaliknya, perkara cinta semakin banyak di jadikan bahan guyonan terutama generasi milenial.Cinta selalu di ungkapkan dengan nada gurauan, dalam makna yang tidak jauh dari perkara ketertarikan perkelaminan.

Orang umumnya lebih sibuk mempersoalkan makna kebebasan, makna kekuasaan, makna keberadaan, makna kenegaraan dan lain-lain.Namun apa artinya sebuah kekuasaan, apa artinya kekayaan, apa artinya kecendikiawanan, apa artinya kebaikan, kalau semuanya tanpa berasaskan nilai cinta

Yuk Bergabung Menjadi Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam UMM

Oleh: Fiqri Rabuna/Mahasiswa PAI UMM

“UMM harus terus didukung rasa syukur oleh segenap penghuninya, pandangan yang jernih, persahabatan yang ikhlas, dan semangat memberi makna yang besar untuk generasi penerus”.

Prof. H. A. Malik Fadjar, M. S.c., (Tokoh Bangsa)

Program Studi Pendidikan Agama Islam merupakn salah satu program studi yang dimiliki oleh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI – UMM). Prodi PAI FAI UMM merupakan prodi yang memplopori lahirnya prodi-prodi yang lainya di Universitas Muhammadiyah Malang. Dengan demikian, prodi ini senantiasa terus-menerus untuk melakukan pembaharuan kualitas di bidang internal maupun eksternal untuk mencapai derajat mutu pendidikan yang tinggi. Salah satu tolak ukur pendidikan adalah keselarasan dan kesesuaian output pendidikan dan kebutuhan masyarakat sebagai objek realisasi, serta laju perkembangan saint dan teknologi. Dengan kata lain, tetap dilandasi dengan ninai-nilai karakter yang berasaskan al-Qur’an dan as-Sunnah yang mendasari proses pendidikan dan output yang dihasilkan.

Sementara itu, Prodi PAI FAI UMM memiliki keunggulan-keunggulan akademik yang di gagas demi kepentingan mahasiswa. Keunggulan tersebut diorientasikan agar bisa menghantarkan mahasiswa-mahasiswa PAI memiliki keahlian tertentu dan profesionalitas di bidang pendidikan Islam. Ada empat kategori lulusan yang dibentuk oleh Prodi PAI FAI UMM, sehingga para mahasiswa memiliki bekal yang memumpuni untuk berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Empat profil tersebut antara lain: Pendidik Pendidikan Agama Islam (Guru PAI); Manajer Lembaga Pendidikan Islam (Pesantren, Madrasah, atau Sekolah Berbasis Islam); Peneliti Pendidikan Islam; dan Dai Korporasi (Rohaniawan Rumah Sakit dan Dai di Perusahaan Profit maupun non Profit

SPIRIT PAI UMM MELAHIRKAN INOVASI PEMBELAJARAN DALAM MENHADAPI ERA DISRUPSI

Era disrupsi ini telah memporak-porandakan banyak hal dalam dunia kerja, tak terkecuali yang terjadi pada sektor pendidikan. Mengutip kata Isa Iskandar bahwa “Prodi PAI ini bisa terkena dampaknya, terutama dari sisi inovasi dan sumber belajar. Segenap keluarga besar PAI harus merepons transformasi ini dengan serius dan melahirkan gagasan yang solutif.

Untuk menjadi seorang pendidik zaman ini mahasiwa PAI harus responsif terhadap Ilmu Teknologi Komunikasi dan Informasi (IPTEK) dengan kata lain, tidak cukup hanya dengan smart dan berilmu luas dan dalam, tapi juga penting good looking, public speaking, dan personal branding. Dan yang paling terpenting adalah bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Dekan FAI UMM DR. Khozin, M. SI juga menjelaskan bahwa era sekarang sudah banyak berubah. Banya pekerjaan yang hilang di era disrupsi ini, namun di satu sisi banya pula muncul pekerjaan-pekerjaan yang baru yang lebih adaptif dengan media baru internet. Jadi penting sekali sebagai mahasiswa sebagai seorang akademisi memiliki keahlian yang berbeda dengan yang lainya. Faktor diferensiasi itulah yang menjadi keunggulan individu di zaman baru ini. “tutur Khozin.

Maka dari itu, berdasarkan orientasi profil lulusan tersebut, maka prodi PAI FAI UMM seyogyanya memperkuat kompetensi dan keahlian yang dimiliki mahasiswan denagan berbagai sajian mata kuliyah yang bersifat teoritis dan praktikum yang mutakhir atau aktual. Sementara itu, untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan melacak referensi kitab-kitab klasik, maka pembelajaran Prodi PAI FAI UMM dilengkapi dengan sistem informasi pendidikan dan rekayasa teknologi pembelajaran sebagai media belajar yang efektif. Maka dari itu, strategi ini difokuskan agar lulusan Prodi PAI FAI UMM benar-benar menjadi tenaga ahli dan profesional Pendidikan Islam yang mempunyai wawasan keilmuan yang luas, dan menguasai teknologi informasi, kaya strategi dan bervisi masa depan.

Menimbah Ilmu di Universitas Terbaik Dunia

Oleh: Fiqri Rabuna

” Kita boleh kehilangan apa saja, akan tetapi kalau kita kehilangan cita-cita berarti kita kehilangan semuanya.”

Prof. H. A. Malik Fadjar, M. Sc., (tokoh bangsa)

Universitas Muhammadiyah Malang atau biaasa disebut dengan jas merah kampus putih merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang terakreditasi “A” dengan nomor SK: 074/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013. Kampus ini berpusat di kampus III yang berlokasi di Jalan Raya Tlogo Mas 246 Kota Malang, Jawa Timur.

Gambar 1.1 Lpangan Helipad UMM

Uniknya, UMM merupakan salah satu instansi swasta terbaik di indonesia, bahkan UMM pernah menempati peringkat 14 sebagai universitas terbaik di  Indonesia sebagai Universitas terbaik  versi UniRank. Pada tahun 2021 UMM menoreh prestasi yang spektakuler sebagai peringkat satu Universitas Islam terbaik dunia dengan Iran University of Science and Technology yang menempati posisi kedua, dan Cairo University yang langganan menempati posisi satu saat ini menempati posisi ketiga versi UniRank.  

Atas prestasi yan ditorehkan oleh UMM, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud) Nadiem Makarim mengucapkan selamat kepada tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang ada di Indonesia telah berhasil masuk nominasi 10 besar top Islamic Uneversity versi UniRank. Antara lain yakni, Universitas Muhammadiyah Malang berada pada peringkat 1, disusul oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada peringkat IV serta Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Peringkat XIII. Terang Nadiem Makarim.

Keberhasilan ini menjadi langkah kokoh UMM untuk meraih rekognisi bertaraf internasional sebagai pengejawantahan visi UMM 2030. Mengutip kata Wakil Rektor UMM, Prof. Syamsul Arifin bahwa, ini akan menjadi pemicu dan trigger  energi psitif bagi sivitas akademika UMM untuk terus meningkatkan perestasi-perstasinya bersekala internasional.

Saya selaku mahasiswa umm sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh kempus tempat saya belajar. Sangat bersyukur bisa mengenyam pendidikan di kampus terbaik ini. Tentu kita sebagai mahasiswanya harus bisa memantaskan diri sebagai mahasiswa yang terbaik dalam segala bidang apapun. Bagi saya UMM merupakan Universitas yang sangat luar biasa, sebuah instansi yang tidak hanya mengajarkan nilai-nilai ilmu kehidupan semata, namun ilmu kehidupan yang berorientasi kepada nilai-nilai ilhiah. Mahasiswa yang ingin unggul dan berprestasi dalam bidang akademik ataupun akademik UMM lah tempatnya. Sarana dan prasarana yang disuguhkan untuk mahasiswa yang ingin meningkatkan bakatnya dalam segala bidang. Fasilitas kampus yang memadai serta nuansa kailmuan kampus yang terus terpelihara sehingga para mahasiswa akan semangat dalam belajar dan berkreativitas tanpa batas.

Gambar 1.2 Pekan Ta’aruf UKM MTQ

Jas merah kampus putih memiliki berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Fungsi UKM sebagai wadah pengembangan dan pembentukan kompetensi bagi paras mahasiwa dalam mengasa keahlianya, salah satuya yakni UKM MTQ UMM. Seperti halnya Saya, memiliki keahlian dalam bidang tilawatil qur’an. Agar keahlian yang dimiliki bisa lebih baik maka perlu wadah untuk mengupgrade. Dan untuk mengasa keahlian tersebut saya ikut serta bergabung dengan  keluarga UKM MTQ dimana ukm ini terdiri dari kumpulan qori/ah terbaik UMM. Di UKM sya berproses untuk dalam keahlian dalam bertilawah, dari  UKM lah saya mengenal para qori/ah terbaik umm yang telah  banyak menoreh banyak prestasi di  tingkat regional dan nasional. Selama berproses di UKM banyak sekali ilmu-ilmu baru yang saya peroleh, salah satunya ilmu dalam berorganisasi. UKM MTQ mengajarkan kepada saya bahawa menajdi mhasiswa harus sungguh-sungguh dalam belajar dan menjadikan nilai-nilai Al-qur’an sebagai pedoman hidup dan mengajarkan kepada khlayak umum. Sesuai dengan cita-cita UKM MTQ “muda berprestasi bersama generasi qur’ani. Disamping itu UKM MTQ mengajarkan kepada sya arti pentingnya kepedulian kepada sesama dengan berosganisasi sebagai basis pergerakan mengamalkan nilai-nilai Qur’ani kepada sekitar sebagai amal jariah. Pentingya betorganisasi sebagai wadah aktif dalam mendidik kepribadin dan kepemimpinan diri. Nilai ilmu, iman, amal, dan kepemimpinan sya mendapatkan di organisasi.   

Alhamdulillah kesyukuran luar biasa saya bisa berproses di kampus terbaik Islam terbaik dan tentunya sebagai mahasiswanya harus memantaskan diri menjadi mahasiswa yang memiliki kualitas baik dibidang intlektual, religiusitas dan humanitas.

Dampak Teknologi Bagi Generasi Milenial

“Teknologi tidak akan pernah menggantikan guru yang hebat tetapi teknologi di tangan guru yang hebat itu transformasional.” – George Couras

Teknologi Informasi merupakan suatu teknologi yang dimanfaatkan untuk mengelola suatu perangkat data, memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, hingga sampai pada tahap merekayasa data dalam berbagai macam cara untuk memperoleh sebuah informasi yang bermutu, yaitu informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu. Teknologi Informasi memiliki peran yang sangat besar dalam peradaban umat manusia seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi dan spiritual dan informasi-informasi lainya.

Perkembangan teknologi informasi memberikan peradaban baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai hingga berakhir, kehidupan semacam ini dikenal sebagai e – life, dengan kata lain kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan dengan sistem elektronik.

Uniknya, Indonesia yang notabene penduduknya sebagai pengguna teknologi yang terbanyak di dunia. Tercatat lebih dari 250 juta penduduk, diperkirakan lebih dari sepertiganya  80 jutaan berusia 17-37 tahun yang dapat di kategorikan sebagai generasi milenial. Melihat begitu besarnya potensi generasi muda Indonesia sebagai generasi pembawa perubahan artinya berpotensi besar dalam dalam memiliki peluang untuk membangun negaranya. Disamping itu, terdapat fakta yang meneyedihkan dengan adanya kebiasaan ini, akibat pengaruh budaya globalisasi milenial justru menghabiskan banyak waktunya di media massa dengan menyaksikan tayangan-tayangan negara lain yang kebanyakan tidak sesuai denga nilai-nilai moral, padahal kemajuan Indonesia terletak di pundak mereka sebagai generasi penerus estafet perjuangan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, generasi mileniial harus cerdas dalam menggunakan teknologi komunikasi dan infoermasi sebagai media pembelajaran untuk mengakses berbegai informasi yang positif sehingga berdampak baik bagi dirinya. Aabila terdapat informasi yang tidak layak (hoax) untuk tidak membagikanya kepada khalayak umum agar informasi tidak menjalar ke oranglain yang dapat membawa dampak buruk bagi sekitar.

Munculnya media sosial, khususnya pada menia elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat studi pendidikan. Dampak dari hal ini yaitu guru bukanlah satu-satunya sebagai tempat menggali sumber ilmu pengetahuan, sehingga siswa tidak perlu terpacu hanya bersumber dari guru saja tapi juga bisa mengakses materi pelajaran dari internet.

Artinya, kemajuan teknologi komunikasi dan informasi memiliki dampak yang sangat signifikan bagi sebuah negara yang dimana hal tersebut dapat mempengaruhi berbagai hal dalam berbagai sektor salah satunya di bidang pendidikan. Seperti yang kita ketahui bahwa kemajuan pendidikan Indonesia saat ini berhantung kepada teknologi komunikasi dan informasi.

Mengintip Keunikan Kabupaten Sumbawa Besar

Gambar 1.1 Pantai Sumbawa Besar

Sumbawa besar merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Brat (NTB). Letaknya di bagian barat Pulau Sumbawa. Memiliki luas wilayah 6.643,98 kilometer persegi. Kabupaten Sumbawa Besar terdiri dari 24 kecamatan, dengan 8 kelurahan, dan 157 desa.

Secara historis, letak keberadaan Kabupaten Sumbawa Besar atau yang biasa disebut Tana Samawa sudah mulai dikenal sejak zaman Dinasti Dewa Awan Kuning pada tahun (1350 – 1389) Masehi. Saat itu, corak kerajaan suku Samawa (Sumbawa) masih kental dengan Hinduistis. Dibawah kekuasaan Raja Dewa Majaruwa corak Hindu tersebut berakhir setelah menjalin hubungan dengan kerajaan Islam Demak.

Kabupaten Sumbawa Besar memiliki jejak peninggalan sejarah sejak zaman Megalitikum, yakni situs Air Renung. Lokasinya berada di salah satu kecamatan Moyo Hulu. Aik Renung Sebagai situs peninggalan sejarah Suku Samawa (suku sumbawa) dimana masih terdapat beberapa peninggalan kuburan kuno atau biasa di sebut dengan Sarkofagus oleh masyarakat lokal.

Pada dinding Sarkofagus terdapat lukisan ukiran wajah dan tubuh manusia. Dan itupun tidak hanya satu namun melebihi dari satu. Pada batu kedua ukiran Sarkofagusnya lebih beragam. Selain ukiran manusia di dinding Sarkofasu terdapat juga ukiran buaya. Seiring berjalanya waktu ukiran tersebut kian tergerus oleh cuaca.

Selain dari itu, Kabupaten Sumbawa Besar juga memiliki hal menarik lainya yang membuat pembaca ingin singgah di Kabupaten Sumbawa Besar. Berikut beberapa fakta menarik tentang Sumbawa Besar

  1. Keunikan Pulau Bungin yang Terpadat di Dunia

Desa Pulau Bungin merupakan salah satu desa yang terpadat di dunia yang terletak di Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pulau yang hanya seluas 8,5 hektare, relatif kecil untuk ukuran desa. Tetapi, kepadatan jumlah penduduknya sangat banyak sehingga desa Pulau Bungin dijuluki sebagai pemukiman yang terpadat di dunia. Dapat dilihat bahwa di daerah ini hampir tidak terdapat lahan kosong, tidak memiliki garis pantai, dan tidak memiliki lahan hijau.

Gambar 1.2 foto: https://www.instagram.com/encres_journey/

Awal mulanya pulau ini hanya terdapat tumpukan pasir putih. Namun saat ini, penduduk pulau bungin hidup saling berdesakan dengan rumah-rumah yang berjejer secara berhimpitan. Namun hal ini tidak menjadikan sebuah permaslahan oleh penduduk setempat.

Uniknya, rumah yang berdiri kokoh di Desa ini tidak menggunakan bahan bangunan pada umumnya seperti batu atau tanah, melainkan menggunakan terumbu karang yang sudah mati sebagai pondasi. Jadi, warga desa bungin tidak perlu lagi membeli tanah karena tanahnya mereka yang menggali dan mengeruk sendiri.  

2. Istana Dalam Loka Peninggalan Kesultanan Dalam Loka

Istana tua Dalam Loka merupakan saksi bisu yang meperlihatkan jejak peradaban kesultanan Sumbawa pada masanya. Pembangunan Istana Dalam Loka diprakarsai oleh Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III yang menjadi sultan ke-16 dari Dinasti Dewa Dalam Bawa yakni pada tahun 1885. Istana yang terlihat sangat megah dengan bentuk infrastrktur rumah panggung ciri khas sumbawa yang memiliki luas bagunan 904 meter. Uniknya, Istana ini dibangun dengan menggunakan 99 kayu terbaik, dan kayu tersebut diambil dari masing masing desa yang berada di Sumbawa Besar. Kayu yaang memiliki filosofi  “adat berenti ko syara, syara berenti ko kitabullah”.

Gambar 1.3 Kompasiana.com

Filosofi tersebut memiliki definisi tentang adat-istiadat masyarakat  Sumbawa yang berlandaskan nilai-nilai ajaran syariat Islam. Artinya seluruh nilai-nilai adat-istiadat yang ada di Sumbawa harus menceminkan jati diri Islam sebagai agama yang membawa kedamaian. Lambang keislaman juga dapat dilihat dari kayu penyangga yang berjumlah 99 yang bermakna Asmaul Husna. Untuk meminimalisir terjadinya kerusakan terutama saat terjadi bencana gempa bumi, Istana ini dibangun dengan sitem baji, dan bangunan ini memiliki tingkat kelenturan yang tinggi dari mara bahaya.

3. Surga yang dirindukan Bernama Pulau Kenawa

Apabila Pulau Komodo memiliki Pulau Kanawa maka Sumbawa Besar memiliki Pulau Kenawa yang tidak kalah indah dengan Pulau-Pulau destinasi wisata terbaik yang ada di Indonesia. Pulau Kenawa merupakan Pulau kecil yang letaknya berada di utara Sumbawa Besar. Pulau yang memiliki luas 13,8 hektare itu didominasi oleh padang savana.

Gambar 1.3 By Faiz Dawami 10 May 2022

Selama ini, Pulau Kenawa identik dengan pemandangan bukit kecil nan mungil yang berada di tengah Pulau dan hamparan savana yang memiliki daya tarik khas karna belum banyak dikenal umum, namun ternyata pesisir pantainya tidak kalah menarik, suasana teduh dan asri. Diyakini kalau sudah berada disana, anda tidak bisa melewatkan kesempatan untuk terjun melepas penat mndi ke laut atau untuk sekedar berendam di lautanya yang sangat eksotis. Hamparan pasir putih juga turut menghiasi pantai yang ada di pulau tersebut dan dikelilingi oleh air laut yang sangat bening. Keindahan yang disuguhkan Pulau Kenawa membuat Pulau ini disebut sebagai pulau kecil terindah yang pernah ada di Indonesia.

4. MXGP Samota 2022

Pada tahun ini 2022 Indonesia kembali menjadi tuan rumah balap sekala Internasional. Pasca MotoGP Mandalika, Kemudian Formula E Jakarta dan saat ini menjadi tuan rumah pada ajang bergengsi balap Internasional MXGP di Samota Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB). Event MXGP Samota terbilang sangat sukses, melihat dari berbagai antusias para pembalap dari berbagai negara lain yang ikut serta, bahkan meninggalkan kesan sebagai sirkuit yang luar biasa indahnya.

Gambar 1.4 Foto: Najamudin Annaji / tiket.com

Adanya Event bersekala internasional ini menghadirkan banyak orang dari penjuru dunia dan terjadilah interaksi sosial budaya. Sehingga menjadikan masyarkat setempat memahami arti kebinekaan yang sesungguhnya dan terbiasa dengan berbagai budaya yang hadir untuk mengekplorasi budaya Sumbawa yang penuh dengan nilai-nilai positif.

Uniknya, adanya penyelenggaraan MXGP ini dapat mendongkarak sektor budaya dan sektor ekonomi masyarakat Sumbawa Besar sebagai kabupaten yang berkemajuan dalam segala bidang seperti halnya terjadi pertumbuhan di bidang ekonomi seketika mengalami peningkatan yang signifikan. Harapanya sektor-sekor yang lain akan mengalami peningkatan. Lalu tidak kalah penting, Sumbawa Besar merubah mindset masyarakatnya bahawa ada kepercayaan  besar dari jati diri masyarakat setempat, nyatanya Kabupaten Sumbawa Besar bisa melaksanakan Event yang berskala Internasional.

Biografi Penulis

Fiqri Rabuna lahir di Sekayu, kampung kecil di pelosok pulau sumbawa Besar NTB tahun 1998, tidak jauh dari kampung Putra pertiwi Sumbawa H.Lalu Manambai Abdul Kadir (1928-1995) seorang purnawirawan perwira tinggi TNI-AL, dan Putra Indonesia pertama yang mendapatkan Sertifikasi Kualifikasi Pendidikan Kapal Selam dan Pelatihan Persenjataan Bawah Laut, dengan predikat kelulusan terbaik.


Setelah menamatkan Sekolah menengah Pertama atas inisiatif sendiri dan dorongan kuat dari orangtua, Fiqri merantau ke sumbawa bagian barat untuk masuk sekolah Agama. Di pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang dia bertemu dengan para kiyai dan gurunya yang menginspirasinya lahir batin. Di pesantren ini dia menemukan “esensi hidup”, karna ratusan santrinya datang dari luar sumabwa, sabang sampai merauke. Di Al-Ikhlas Pula ia di ajarkan kata mutiara yang sangat sedehana yang sangat meneguhkan, “siapakan hari ini untuk esokmu, namun hari esokmu hanya untuk perjuangan”. Artinya, dimanapuan berpijak disitulah lahan perjuangan, termasuk dengan menulis merupakan proses bejuang untk mencerdaskan semesta.


Setelah menamatkan pendidikan SMA di Al-Ikhkas dia melanjutkan studinya di salah satu Perguruan Tinggi Swasta Ranking 1 dunia Universitas Muhammadiyah Malang pada Program Studi Pendidikan Agama Islam , dia aktif di berbagai organisasi kampus internal dan eksternal. Pernah menjabat sebagai kadiv Penalaran HMPS PAI, Sekbid Tabligh Komisariat Imm tamaddun, Kadiv Tilawah ukm mtq dan beberapa organiasi lainya dan ia mendapat beasiswa kader Imam masjid kampus. Di organisilah ia belajar banyak tentang kepenulisan karna menulis dan membaca adalah syariat akademik. Motto “Ikatlah ilmu dengan menulis, karna menulis mencerahkan semesta.”